Skema Uji Coba Sekolah Tatap Muka DKI, Siswa Giliran Belajar

Sinaralampos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan uji coba pembelajaran tatap muka di sekolah mulai Rabu (7/4). Ada 85 sekolah dari semua jenjang pendidikan yang akan melakukan uji coba.

Humas Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taga Radja mengatakan berdasarkan asesmen awal, ada 100 sekolah yang akan melakukan uji coba. Namun setelah dilakukan pelatihan, dinyatakan bahwa hanya ada 85 sekolah yang siap untuk tatap muka.

“Ternyata dari 100 itu sisanya 85 sekolah piloting SD, SMP, SMA, SMK. Jujur awalnya ada 86, tapi satu mengundurkan diri,” kata Taga saat dihubungi, Selasa (6/4).

Berdasarkan data yang diberikannya, 85 sekolah itu tersebar di enam kabupaten/kota, dengan rincian satu sekolah di Kepulauan Seribu, 25 sekolah di Jakarta Selatan, 25 sekolah di Jakarta Timur, 10 sekolah di Jakarta Pusat, 18 sekolah di Jakarta Barat, dan enam sekolah di Jakarta Utara.

Taga menjelaskan skema yang diterapkan adalah para siswa tiap jenjang sekolah belajar tatap muka secara bergantian. Pada Senin, siswa yang melakukan belajar tatap muka adalah kelas 4 SD, 7 SMP, dan 10 SMA.

“Kelas 1,2,3 SD, dan PAUD belajar dari rumah. Untuk Selasa seluruh ruangan disemprot disinfektan. Antisipasi jika ada virus yang tertinggal di sekolah,” ucap dia.

Lalu pada hari Rabu, ia menyebut siswa yang melakukan pembelajaran adalah kelas 5 SD, 8 SMP, dan 11 SMA.

“Hari Jumat SD 6 kelas SMP kelas 9, dan SMA kelas 12. Itu alurnya untuk pembelajaran tatap muka,” ucap dia.

Ia juga menjelaskan dalam pelaksanaannya, setiap kelas dibatasi maksimal berisi 50 persen siswa. Selain itu, materi pembelajaran yang diajarkan adalah yang esensial, tidak ada olahraga dan ekskul, serta kantin dan perpustakaan ditutup.

Sementara untuk durasi belajar siswa di sekolah, ia menjelaskan tidak akan berlangsung dalam waktu yang terlalu lama.

“Untuk konkretnya (waktu) saya belum mendapat arahan dari pokja PTM (Pembelajaran Tatap Muka) untuk penjadwalan, jadwal pelajarannya. karena ini kan menyesuaikan dengan durasi bulan puasa 20-30 menit,” ucap dia.

Pemerintah sebelumnya menargetkan semua sekolah sudah dibuka Juli 2021. Setelah vaksinasi guru dan tenaga kependidikan rampung, sekolah diwajibkan mulai melakukan pembelajaran tatap muka.

“Kita harapkan pada tahun ajaran baru di Juli 2021 seluruh satuan pendidikan sudah dapat menyediakan layanan pembelajaran tatap muka secara terbatas,” kata Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dalam konferensi pers daring, Selasa (30/3).

Editor : Agus P

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *