POLRESTABES SURABAYA UNGKAP DI BALIK PENCULIKAN

Sinaralampos.com – Didunia Maya sempat di hebohkan hilangnya gadis cilik peristiwa terjadi di kota Surabaya yang sempat viral.

bocah perempuan ini bernama Nesa Alana Karaisa yang akrab di sapa Ara.

Dengan munculnya peristiwa tersebut,
yang Ahir Ahir ini beredar di media sosial Twitter WhatsApp sampai di unggah ke status bahkan surat kabar berempati mengali informasi keberadaan gadis cilik tersebut agar bisa bertemu dan berkumpul dengan keluarga nya.

Namun, setelah lima hari berjalan peroses pencarian, akhirnya dari pihak Kepolisian Resort Kota besar Surabaya melalui Unit Resmob berhasil menemukan (Ara) dengan keadaan sehat yang berada di lain kota yakni Pasuruan.

Korban Ara diculik, oleh dua pelaku yakni berisinial OAA, Laki-laki, (34 tahun) dan HD, Perempuan, (35 tahun) keduanya tak lain adalah saudara dari orang tua sih korban juga warga Surabaya.

Hal tersebut yang di sampekan dari pertanyaan Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Oki Ahadian Purwono melalui Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Arief Rizky Wicaksono, saat gelar press release pada Sabtu Siang (27/03/2021).

“dari hasil penyidikan itutelah kami temukan sih korban dengan keadaan sehat selamat di wilayah Pasuruan pada hari Sabtu pagi tadi sekitar pukul 06.00 wib (27/03/21) dia bersama dua orang yang telah menculiknya” uankap iptu Arif Rizky Wicaksono.

terungkapnya kasus penculikan ini merupakan hasil dari upaya kerja keras dalam penyelidikan Unit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya

Motif penculikan yang dilakukan kedua pelaku itu didasari rasa sakit hati kepada orang tua korban.

“Jadi pelaku ini sakit hati lantaran sering dihina-hina di depan umum oleh orang tua korban,” kata Iptu Arief Rizky Wicaksono.

Dalam kasus ini, 1 (satu) unit Sepeda motor Yamaha N MAX, 1 (satu) unit Sepeda motor Honda GENIO, 1 (satu) buah Helm Gojek, 1 (satu) buah Helm Biasa disita untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Untuk pasal yang kami sangkakan kepada pelaku yakni Pasal 83 Jo Pasal 76F UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan
Anak Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Jurnalis : Riyan GDL
Sumber : Polrestabes Sby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *