Polda Jatim Bongkar Gembong Prostitusi Online

Sinaralampos.com – Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil membongkar Prostitusi Online. Bahkan lebih ironisnya lagi, korban pekerja anak gadis di bawah umur yang melayani seks dengan cara Tukar Pasangan alias Threesome.

Pelaku digrebek di salah satu hotel yang berada di kawasan Jalan S. Parman, Dusun Krajan Kulon, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo. Diketahui pelaku adalah berinisial BD (39) warga Buker, Kecamatan Gadingrejo, Pasuruan, Jawa Timur.

Sementara itu Kabidhumas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko yang didampingi oleh Wadireskrimsus Polda Jatim AKBP Zulham Efendi menuturkan, terkait modus yang digunakan pelaku ini, yakni dengan cara menawarkan melalui Jejaring sosial.

“ Pada Januari 2021 Tim Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim telah melakukan patroli dan telah ditemukan ada suatu Akun yang sangat mencurigakan, diduga ada transaksi menawarkan Jasa Sex melalui Online,” tutur Gatot saat gelar konferensi pers di gedung Humas Mapolda Jatim, Kamis 10 Maret 2021.

Dengan berbekal dari hasil temuan itu, maka anggota langsung gerak cepat untuk melakukan analisa maupun penyelidikan terhadap pemilik Akun tersebut. Sehingga pada tanggal 25 Januari 2021, dari pihak anggota Tim Unit IV Siber Ditreskrimsus Polda Jatim berhasil mengamankan pelaku.

“ Pelaku berhasil kami tangkap di sebuah Hotel, beralamatkan di Jalan S. Parman berada di daerah Krajan Kulon, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo,” terang Gatot.

Selain itu, Gatot menuturkan, dari keterangan pelaku, bahwa pelaku sendiri sengaja menawarkan diri korban Mawar yang berumur 16 Tahun ini melalui Medsos.

Dengan maksud atau berdalih bisa mendapat kepuasan tersendiri di saat melakukan hubungan seks dengan cara bertukar pasangan Threesome itu.

” Aksi pelaku menawarkan dengan cara mengakui, bahwa korban ini adalah istrinya, tapi kenyataannya korban adalah sebatas teman saja. Sehingga memudahkan tawaran pelaku akan mengajak main atau kencan bisa bersama-sama,” tegas Kabidhumas Polda Jatim.

Selain itu, untuk jasa komersial yang ditawarkan oleh pelaku ini, senilai Rp.300.000 ribu untuk sekali main atau kencan.

“ Adapun pelaku dan korban sudah saling kenal sejak bulan November 2020 lalu. Selanjutnya pelaku ini menjajakkan atau menawarkan diri korban hingga saat ini. Pelaku ini akhirnya menawarkan korban dengan tarif sebesar Rp.300.000 ribu rupiah untuk sekali main atau sekali kencan,” tandas Gatot.

Maka barang bukti yang saat itu telah diamankan anggota dalam penangkapan tersebut, yakni satu (1) HP Merk Samsung A51 yang didalamnya ada Chat Screeshot atau perihal percakapan tentang penawarannya tersebut.

Pelaku dalam hal ini dikenakan Pasal 27 Ayat 1 Jo Pasal 45 Ayat 1 UU Nomor : 19 Tahun 2016 perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 296 KUHP dengan Ancaman Hukuman Penjara 6 Tahun dan Denda Rp.1 Millyar rupiah,” pungkas Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

( SAP / Red / plopr  )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *