Geger, Oknum Perawat RS Di Surabaya Diduga Remas Payudara Pasien

Sinaralampos.com – Bulan Januari 2018 di Kota Surabaya sempat di gegerkan adanya kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum perawat terhadap pasien di sebuah RS swasta Surabaya.

Kini kasus dugaan pelecehan seksual terhadap pasien di Surabaya terulang kembali. Kali ini terjadi di Rumah Sakit (RS) Haji Sukolilo, Surabaya, dan pihak korban telah melaporkan kasus itu ke Polrestabes Surabaya, Selasa (23/2/2021).

Kejadian itu bermula pada Minggu, (21/2/2021) sekitar jam 03.00 WIB, korban berinsial IND, warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur mengalami sakit lambung dan pingsan, dibawa ke Rumah Sakit Haji Sukolilo, Surabaya. Kemudian korban ditangani di Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Ketika suami korban meninggalkan IGD untuk mengurus adimistrasi, dan di IGD kondisi korban masih pingsan, hanya berdua dengan seorang perawat pria.

Korban mengaku, saat dirinya mulai siuman tapi masih lemah, oknum perawat pria itu memasang tensimeter di lengannya, dan sempat menyenggol payudaranya.

Tidak puas hanya menyenggol payudara korban. Oknum tersebut mengulangi lagi dengan modus melepas tensimeter. Korban kemudian ditanyakan identitas, tetapi tidak bisa merespons. Saat itulah, payudara korban diduga diremas oleh oknum perawat tersebut.

Peristiwa itu oleh korban di ceritakan kepada suaminya. Korban dan keluarga melaporkan kasus itu ke Polrestabes Surabaya dengan Laporan Polisi Nomor: LP-B/172/II/RES/1.24./RESKRIM/SPKT/Polrestabes Surabaya.

Sementara, korban saat ini mengaku masih trauma atas ulah oknum perawat itu.

“Saya merasa trauma dan kecewa atas ulah oknum perawat itu. Dia sangat sengaja meremas payudara saya, dia mencari kesempatan disaat kondisi saya lemah,” kata korban.

Jika oknum perawat tersebut terbukti melakukan pelecehan seksual terhadap pasien, maka dia bakal dijerat tindak pidana pencabulan, pasal 289 KUHP atau pasal 290 KUHP.

( Sap / Red )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *